LK 1.2 Eksporasi Penyebab masalah
LK. 1.2 Eksplorasi
Penyebab Masalah pembelajaran peserta didik SMK
Nama Mahasiswa : NIA
KANIA DEWI
Kelas
: PPG Daljab Informatika
Kategori 1 Tahun 2023
Alas Sekolah :
SMAN 1 RANCAEKEK
Masalah pembelajaran adalah:
Kesenjangan antara tujuan yang direncanakan dengan realisasi pencapaian oleh
siswa. Tujuan pembelajaran terbagi pada dua hal yaitu capaian kompetensi (KD/TP) dan proses
pencapaian kompetensi (proses belajar). Pada terminologi ABCD (Audience,
Behavoir, Condition and Degree), maka B dan D merupakan representasi capaian
kompetensi, sedangkan C adalah proses pencapaiannya.
Identifikasi masalah adalah:
proses menemukan kesenjangan yang terjadi pada siswa sebagaiaman definisi
maslah pembelajaran.
Eksplorasi penyebab masalah
adalah: Mengidentifikasi semua kemungkinan penyebab terjadinya kesenjangan
pencapaian tujuan pembelajaran oleh siswa. Penyebab tersebut dapat bersumber
dari metode yang diterapkan oleg guru,
sarana prasarana pembelajaran, lingkungan belajar, sikap dan perilaku
guru, lingkungan sosial dan keluarga, dan diri siswa yang bersangkutan.
Penentuan penyebab masalah adalah:
proses memilah dan menentukan penyebab yang paling dominan atas timbulnya
kesenjangan pencapaian tujuan pembelajaran oleh siswa. Jika penyebab ini
diatasi, maka harapannya penyebab lain yang tereksplorasi akan selesai dengan
sendirinya.
|
No. |
Masalah yang telah diidentifikasi (di salin dari masalah
yang berada di LK1.1) |
Hasil eksplorasi penyebab masalah |
Analisis eksplorasi penyebab masalah |
|
1 |
Pedagogik
Rendahnya
motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran |
Kajian Literatur Sumber kajian Literasi
jurnal/Artikel 1.
Teori motivasi instrinsik (intrinsic motivation Thiory)
menjelaskan bahwa rendahnya hasil belajar dapat disebabkan oleh kurangnya
motivasi yang berasal dari dalam dan dari luar peserta didik untuk belajar. Karena
mereka tidak melihat nilai intrinsik (hakiki) atau kepuasan dalam mempelajari materi tersebut
Deci, E.K., & Ryan, R.M
(1985). Intrinsik motivation and self determination in human behavior.
Springer. https://scholar.google.com/scholar?q=related:I1YF8FUqyEkJ:scholar.google.com/&scioq=++Teori+Motivasi+Instrinsik+(Intrinsic+Motivation+Theory)+&hl=id&as_sdt=0,5
di akses jam 10.20
pada tanggal 21 september 2023
2. Menurut Ahmad Aunur Rohman, dkk (2018) mengatakan bawah faktor yang mempengaruhi rendahnya
motivasi belajar peserta didik diantaranya: ·
tempat belajar, ·
fungsi fisik, ·
kecerdasan, ·
sarana dan prasarana,
·
waktu, ·
kebiasaan belajar, ·
guru, ·
orang tua, ·
emosional, ·
kesehatan, serta ·
faktor teman.
Rohman, A. A., & Karimah, S. (2018). Faktor-faktor yang mempengaruhi
rendahnya motivasi belajar peserta didik kelas XI. Jurnal
At-Taqaddum, 10(1), 95-108. https://journal.walisongo.ac.id/index.php/attaqaddum/article/view/2651 di akses jam 10.33
pada tanggal 21 september 2023
3.
Menurut Rizki permata (2018) mengatakan bahwa faktor penyebab
rendanya motivasi belajar peserta didik secara
a.
internal adalah kurangnya perhatian peserta didik pada
saat mengikuti pelajaran. b.
eksternal di sebabkan oleh lingkungan sekolah seperti kurangnya penggunaan ; ·
metode pembelajaran yang variasi, ·
kurangnya.media dan sumber belajar, ·
kurangnya penegakkan disiplin sekolah dan lingkungan belajar yang mendukung.
http://repository.radenintan.ac.id/4108/1/Skripsi%20Full.pdf diakses jam 11.20 tanggal 21 september 2023 4.
Dalam penelitian
ini didapat bahwa factor yang menyebabkan semangat belajar anak yang menurun
dari 1) internal yaitu : a.
sikap, b.
masa c.
waktu 2) sedangkan dari eksternal yaitu: ·
keluarga, ·
guru, ·
lingkungan social ·
lingkungan sekolah.
Nia juniarti,
johanes Bahari, wanto riva’ie factor penyeb menurunnya hasil belajar siswa
pada pembelajaran sosiologi di SMA. https://jurnal.untan.ac.id/index.php/jpdpb/article/view/9025 Jam 10.20 tanggal 21
september 2023
Sumber wawancara kepada wakil kepala sekolah staf kepesertaan
didikan,guru penggerak,guru BK, Teman sejawat dan peserta Didik
1.
Wakil kepala
sekolah bidang kurikulium ibu sri erna mulyawati,SPd
Penyebabnya kurangnya motivasi
peserta didik dalam pembelajaran adalah a. Factor kurang motivasi peserta didik berasal dari peserta didik
motivasi belajar dari peserta didik menjadi berkurang . b. Cara guru menyampaikan materi kepada peserta didik kurang menarik bagi
peserta didik karena guru cenderung monoton dan juga kurang menguasai materi pembelajaran. c. Guru kurung mengeksplore kemampuannya untuk bisa memberikan metode
atau gaya mengajar yang lebih Merdeka.
2. Staff
Kesiswaan & PJ LAB TIK (Guru Informatika
kelas XII) Iman Lukman Hakim, S.Kom
Motivasi
belajar peserta didik dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya
adalah: a. Faktor internal yaitu faktor yang berasal dari dirinya sendiri,
seperti: 1)
Faktor kesehatan
peserta didik 2)
Materi yang
diberikan terlalu sulit 3)
Kondisi psikologis
peserta didik 4)
Merasa jenuh dengan
materi yang disampaikan 5)
Intelektualitas
atau kecerdasan peserta didik 6)
Minat belajar
peserta didik rendah 7)
Sikap atau perilaku
peserta didik 8)
Kesiapan belajar
peserta didik
b. Kondisi eksternal yaitu faktor diluar diri peserta didik, diantaranya
adalah: 1)
Kondisi dan
lingungan sekolah 2)
Lingkungan kelas
yang tidak nyaman 3)
Pengaruh teman
3.
Staf Kepeserta didikan
sekaligus Guru Penggerak Haldi Rizkiawan Sukarna, S.Pd Penyebab kurangnya
motivasi peserta didik dalam pembelajaran di sebabkan oleh beberapa factor: 1. Kurang percaya diri 2. Dari dalam diri peserta didik itu sendiri 3. Peserta didik tidak mempunyai tujuan yang jelas 4. Factor dari keluarga 5. Factor dari lingkungan sekitar 6. Sarana dan prasarana tidak menunjang
4.
Rindi Yulita Puspitasari KS,
S.Pd 1 (Guru matemtaika kelas x) Turunnya motivasi belajar peserta didik ada beberapa factor yang mempengaruhi,
diantara factor tersebut adalah sebagai
berikut. a. Factor intrinsik yaitu factor yang berasal dari dirinya sendiri 1)
Minat belajarnya
tidak ada 2)
Factor Kesehatan peserta
didik 3)
Sikap peserta didik
yang malas b. Factor ekstrinsik yaitu factor yang berasal dari luar peserta didik 1)
Kurangnya perhatian
kedua orang tua. 2)
Lingkungan Sosial
yang kurang mendukung peserta didik 3)
Terbawa pergaulan
yang tidak baik 4)
Factor temen
sekelas 5)
Monotonnya guru
dalam menyampaikan materi
|
Setelah
dilakukan analisis terhadap hasil
kajian literatur dan hasil wawancara dari berbagai sumber, serta dikonfirmasi
melalui observasi/pengamatan dapat di ketahui bahwa penyebab masalah peserta didik memilih motivasi belajar yang rendah untuk pembelajaran komputer adalah : 1. Metode yang digunakan guru tidak sesuai dengan karakter peserta didik
2. Guru mengajar dengan cara yang monoton dan kurang
bervariasi.
3. Factor kemajuan teknologi yang menyebabkan peserta
didik.
4. Kurang mendukungnya sarana dan prasarana.
5. Pengaruh lingkungan keluarga dan masyarakat
Rasa malas dari peserta didik itu sendiri yang tidak memiliki keinginan
untuk belajar
|
|
2 |
Rendahnya disiplin peserta didik dalam pembelajaran
|
Sumber Kajian Literatur Jurnal/artikel.
1. Menurut akbar kurniawan,dkk(2021) mengatakan bahwa
faktor-faktor yang menghambat tingkat kedisiplinan peserta didik terdiri dari
2 penyebab diantaranya adalah a.
Faktor internal
meliputi 1) Karakter pribadi peserta didik 2) Rendahnya pemahaman peserta didik akan pentingnya
aturan.. b. Faktor eksternal meliputi: 1) Petemanan 2) Kemajuan teknologi (game online) 3) Pengaruh gaya (style) 4) Lingkungan keluarga dan tempat tinggal.
Kurniawan, A., &
Agustang, A. (2022). Faktor Penghambat tingkat kedisiplinan Peserta didik
di SMAN 1 BANTAENG. Menurut
Ahmad Pujo Sugiarto , dkk (2019) faktor kedisiplinan
https://scholar.google.com/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=Kurniawan%2C+A.%2C+%26+Agustang%2C+A.+%282022%29.+Faktor+Penghambat+tingkat+kedisiplinan+Peserta+didik+di+SMAN+1+BANTAENG.&btnG= akses jam 11.40
tanggal 22 september 2023
2. Menurut Ahmad Pujo Sugiarto dkk (2019) faktor kedisiplin
belajar peserta didik ada dua yaitu
faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik.
a.
Faktor intrinsik
yaitu faktor yang berasal dari dirinya sendiri yaitu peserta didik yang
malas, malas untuk belajar, tidak pernah mengerjakan PR atau tugas, malas. b.
Faktor ekstrinsik
merupakan faktor yang berasal dari luar individu berupa lingkungan keluarga. c.
Faktor lain adalah
dari guru, guru yang galak dan cara mengajar yang membosankan menyebabkan peserta
didik malas belajar.
Sugiarto, A. P.,
Suyati, T., & Yulianti, P. D. (2019). Faktor kedisiplinan belajar pada peserta
didik kelas x smk larenda brebes. Mimbar Ilmu, 24(2), 232-238. https://www.google.com/search?q=Sugiarto%2C+A.+P.%2C+Suyati%2C+T.%2C+%26+Yulianti%2C+P.+D.+%282019%29.+Faktor+kedisiplinan+belajar+pada+peserta+didik+kelas+x+smk+larenda+brebes.+Mimbar+Ilmu%2C+24%282%29%2C+232- di akses jam 13.36 pada
tanggal 22 september 2023 Sumber Wawancara Kepada Wakil Kepala Sekolah, Staf Kepeserta
didikan, Guru Penggerak, Guru BK, Teman Sejawat dan Peserta Didik
1. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Ibu Sri Erna
Mulyawati, S.Pd
Penyebab kurangnya disiplin peserta didik dalam
pembelajaran adalah sebagai berikut: a. Peserta didik kurang dalam manajemen waktu b. Peserta didik tidak aktif mencari hal yang baru c. Sering begadang d. Tidak menghargai orang lain e. Faktor dari dirinya sendiri f. Faktor lingkungan rumah, lingkungan pergaulan,
lingkungan sekolah g. orang tua tidak mendukung anaknya
3. Staff
Kesiswaan & PJ LAB TIK (Guru Informatika
kelas XII) Iman Lukman Hakim, S.Kom
Faktor penyebab rendahnya disiplin peserta didik bisa disebabkan oleh
beberapa hal, diantaranya adalah: a.
Faktor intrinsik
yaitu faktor yang ada dalam diri peserta didik b.
Adanya tekanan dari
keluarga c.
Kebijakan di
sekolah yang membuat peserta didik tidak bahagia d.
Tidak senangnya
peserta didik terhadap metode yang diajarkan oleh guru e.
Kurang tidur dan
sering begadang f.
Kurangnya kebebasan
peserta didik dalam mengeluarkan potensinya g.
Faktor teman dan
lingkungan
3. Staf Kepeserta didikan sekaligus Guru Penggerak Haldi
Rizkiawan Sukarna, S.Pd.
Turunnya disiplin peserta didik ada beberapa faktor yang mempengaruhi,
diantara adalah: a.
Menurunnya motivasi
belajar b.
Lalai dalam
keseharian c.
Malas dari peserta
didik itu sendiri d.
Pengaruh lingkungan
dan teman e.
Orang tua kurang
menerapkan kedisiplinan pada peserta didik f.
Tidak adanya
kesadaran dari peserta didik itu sendiri
4. Rindi Yulita Puspitasari KS, S.Pd 1 (Guru matemtaika kelas x)
Kurangnya disiplin peserta didik dapat dipengaruhi oleh beberapa
faktor, diantaranya adalah:
a.
Faktor internal
yaitu faktor yang berasal dari diri peserta didik itu sendiri, seperti: 1) Rasa malas belajar 2) Sering tidur larut malam 3) Sering bermain hp b. Faktor eksternal yaitu faktor yang dapat berpengaruh
diluar peserta didik, diantaranya adalah: 1) Pengaruh teman sebaya 2) Kesibukan orang tua 3) Tidak adanya disiplin dari kedua orang tua
|
Setelah dilakukan analisis terhadap rendahnya disiplin peserta didik
dalam pembelajaran komputer melalui berbagai sumber
literatur dan wawancara, maka dapat ditentukan penyebab masalah yang sesuai
dengan kondisi satuan Pendidikan sebagai berikut: 1. Peserta didik
malas belajar 2. Rendahnya motivasi
peserta didik 3. Manajemen waktu
yang kurang baik. 4. Kurangnya didikan
orang tua. 5. Adanya tekanan
oleh guru 6. Faktor teman
sebaya |
|
3 |
Peserta didik cenderung tidak antusias dalam
bertanya dan mengungkapkan pendapat |
Sumber Kajian Literatur Jurnal/artikel.
1.
Menurut Nita Oktifa dalam blognya,
faktor penyebab peserta didik tidak antusias dalam pembelajaran :
di
akses jam 14.15 tanggal 22 september 2023
2. Menurut Eggi G. Ginanjar dalam penelitiannya, faktor penyebab
tidak antusiasnya peserta didik dalam bertanya dan berpendapat yaitu : a. Faktor A terdiri atas: keberanian
memberikan tanggapan, pemahaman peserta didik, keberanian menjawab
pertanyaan, kemampuan menjelaskan, kemampuan menyimpulkan, kepercayaan diri
bertanya. b. Faktor B terdiri atas: kemampuan
membuat ringkasan, kemampuan
menyampaikan gagasan, kemampuan mempresentasikan, kemampuan peserta didik bertanya a. Faktor C terdiri atas: tanggung jawab terhadap tugas, kefokusan peserta didik
terhadap pelajaran, kemampuan peserta didik mendengarkan, menulis rangkuman. b. Faktor D terdiri atas: mengemukakan pendapat, keberanian berpendapat, sikap
optimisme berpendapat. c. Faktor E terdiri atas: kemampuan pemecahan masalah, mampu menjawab tanggapan. d. Faktor F terdiri atas: kepercayaan diri ke depan kelas. Ginanjar, E. G., Darmawan, B., & Sriyono, S.
(2019). Faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya partisipasi belajar peserta
didik smk. Journal of Mechanical Engineering Education, 6(2), 206-219. Di akses jam 12.20
pada tanggal 22 september 2023 Sumber
Wawancara Kepada Wakil Kepala Sekolah, Staf Kepeserta didikan, Guru
Penggerak, Guru BK, Teman Sejawat dan Peserta Didik 1. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Ibu Sri Erna Mulyawati, S.Pd
Faktor Rendahnya antusias dalam
bertanya dan mengungkapkan pendapat yaitu : peserta didik sering merasa
kurang percaya diri, rendah diri, sehingga membuat mereka malu untuk bertanya
dan tampil untuk mengemukakan pendapat 4. Staff
Kesiswaan & PJ LAB TIK (Guru Informatika
kelas XII) Iman Lukman Hakim, S.Kom
Rendahnya antusias dalam bertanya dan berpendapat disebabkan oleh,
kurangnya minat baca dari peserta didik, sehingga tidak memahami apa yang
ingin ditanyakan, dan kurang bisa merangkai kalimat pertanyaan. 3.
Staf Kepeserta didikan sekaligus
Guru Penggerak Haldi Rizkiawan Sukarna, S.Pd tidak antusiasnya peserta didik
dalam bertanya dan berpendapat dikarenakan beberapa hal : a.
Peserta didik tidak
mengerti dan tidak tau apa yang ingin ditanyakan b. Materi yang disampaikan guru tidak menarik bagi peserta didik untuk
bertanya c.
Metode yang
disampaikan guru dalam pembelajaran tidak menarik d. Kurangnya motivasi dan bimbingan dari guru untuk bertanya atau mengungkapkan pendapat
sehingga peserta didik kurang percaya diri. 4.
Rindi Yulita Puspitasari KS,
S.Pd 1 (Guru matemtaika kelas x) a. Tidak ada pembiasaan dalam menyampaikan pendapat, akhirnya anak takut dan
malu untuk berpendapat b. Kurangnya literasi sehingga anak kurang referensi dalam berpendapat. |
Setelah di dilakukan analisis,
masalah Peserta didik cenderung tidak antusias dalam bertanya dan
mengungkapkan pendapat dikarenakan : 1. Kurangnya keberanian dalam memberikan tanggapan
2. Metode yang digunakan guru tidak merangsang peserta
didik untuk bertanya
3. Beberapa peserta didik belum mampu Menyusun sebuah
kaliamat untuk bertanya atau berpendapat.
|
|
4
|
Konsentrasi
belajar peserta didik berkurang pada saat jam terakhir |
Sumber
Kajian Literatur Jurnal/artikel.
1.
Dosen FKIP UT dalam artikelnya mengatakan
penyebab konsetrasi peserta didik berkurang pada saat jam terakhir yaitu : a.
Rasa
lelah mendorong para peserta didik mencari kegiatan yang menarik perhatian
mereka, yaitu bergurau dengan teman atau tiduran di tempat duduk b.
Guru
membuka, mengisi dan menutup pembelajaran masih dengan
metode ceramah. c.
Guru hanya berdiri di depan kelas walaupun
keterlibatan peserta didik masih sedikit, penyampai materi pembelajaran kurang
jelas.
https://www.google.com/search?q=1.%09Dosen+FKIP+UT+&sca_esv=567523571&authuser=0&sxsrf=AM9HkKlt6jhCGpNqN2Ils-
di akses jam 6.30 tanggal 23/9/2023
2.
Menurut Erna Ratna Wibiastuti (2015: 83) :
a.
Kondisi lingkungan
pembelajaran, metode pengajaran, maupun model pembelajaran yang diterapkan
yang kurang mendukung b.
konsentrasi belajar
dapat dipengaruhi oleh gangguan dari luar, boleh dikatakan semua hal yang
berada di luar diri seseorang dapat menjadi pengganggu konsentrasi
belajarnya, seperti misalnya suhu udara yang amat panas atau dingin, angin
ribut yang bertiup kencang, cahaya matahari sangat terang
https://www.google.com/search?q=2.%09Menurut+Erna+Ratna+Wibiastuti+%282015%3A+83%29+%3A+&sca_esv=567523571&authuser=0&sxsrf=AM9HkKknO9XgZ5FJp0HH7a_F1Yr7hnz- di akses jam 7.30 pada
tanggal 23 september 2023 Sumber Wawancara Kepada Wakil Kepala Sekolah, Staf Kepeserta didikan,
Guru Penggerak, Guru BK, Teman Sejawat dan Peserta Didik 1. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Ibu Sri Erna Mulyawati, S.Pd 2. Konsentrasi belajar peserta
didik berkurang pada saat jam terakhir disebabkan oleh rasa lelah,
dari pengamatan di sekolah, rata-rata peserta didik sudah harus bangun dari
jam 4 pagi untuk ke sekolah dan berjalan kaki, karena jarak sekolah yang jauh
dari tempat tinggal, yang artinya dari pagi para peserta didik sudah merasa
lelah, terlebih lagi pada saat jam terakhir, konsentrasi peserta didik pun
terganggu. 5. Staff
Kesiswaan & PJ LAB TIK (Guru Informatika
kelas XII) Iman Lukman Hakim, S.Kom Konsentrasi
berkurang pada saat jam terakhir disebabkan oleh : a.
kondisi geografis
yang memiliki suhu yang sangat panas b. peserta didik juga merasa lelah, karena dari jam 4 pagi sudah berjalan
kaki untuk menuju sekolah, otomatis fisik mereka juga terkuras c.
Fisik mereka dari
jam pertama hingga jam terakhir di pakai belajar, otomatis menyebabkan
kosentrasi untuk belajar juga berkurang. 3.
Staf Kepeserta didikan sekaligus
Guru Penggerak Haldi Rizkiawan Sukarna, S.Pd Konsentrasi peserta didik
berkurang pada saat jam terakhir diakibatkan karena :
4.
Rindi Yulita Puspitasari KS,
S.Pd 1(Guru matemtaika kelas x)
|
Setelah di lakukan analisis,
masalah Konsentrasi belajar peserta didik berkurang pada saat jam terakhir
dikarenakan : 1. Rasa lelah yang disebabkan karena jarak antara rumah dan sekolah sangat
jauh dan ditempuh dengan berjalan kaki, dan peserta didik dari awal telah
menerima pembelajaran yang membuat konsentrasi peserta didik berkurang
2. Faktor geografis seperti suhu yang panas
3. Metode guru yang belum untuk menyelesaikan dengan
keadaan peserta didik diakhir Pelajaran.
|
|
5 |
Pembelajaran berbasis hot belum dapat diterapkan pada
peserta didik |
Sumber Kajian
Literatur Jurnal/artikel. Menurut Ahmad, dkk (2021) terdapat beberapa indikator kesulitan guru dalam menyusun soal HOTS
menurut yaitu : a. Keterbatasan
waktu guru membuat soal HOTS. b. Belum
paham penyesuaian KKO untuk soal HOTS. c. Tidak
tepat memilih KD. d. Kurangnya
sosialisasi pembuatan soal HOTS.
Ahmad Miftahuddin et al,.2021. Tantangan Guru Dalam
Menyusun Soal Matematika SMK berbasis HOTS di Masa Pandemi Covid 19. Volume 3, Nomor
2. Halaman 92.
https://www.google.com/search?q=Ahmad+Miftahuddin+et+al%2C.2021.+Tantangan+Guru+Dalam+Menyusun+Soal+Matematika+SMK+berbasis+HOTSDi akses jam 8.40 pada
tanggal 23/9/2023
Sedangkan menurut Siti (2020)
faktor penyebab rendahnya kompetensi guru kelas dalam
penyusunan soal HOTS antara lain:
a.
Belum pernah mengikuti
pendidikan dan pelatihan (DIKLAT) yang materinya khusus tata cara penyusunan soal
bentuk pilihan ganda yang baik dan benar.
b.
Kepala sekolah belum pernah mengadakan
bimbingan khusus tentang tata cara penyusunan soal pilihan ganda yang sesuai
dengan kaidah penyusunan soal yang baik dan benar.
c.
kegiatan KKG tidak pernah
membahas tentang sistem penilaian yang terfokus pada tata cara penyusunan
soal HOTS sesuai dengan kaidah yang baik dan benar, guru berpendapat menyusun
soal bentuk isian lebih mudah
dan cepat selesai bila dibandingkan dengan membuat soal bentuk pilihan ganda.
Siti Khotifah, S.Pd. 2020. Peningkatan Kompetensi
Guru Kelas Dalam Penyusunan Soal HOTS Melalui Pendampingan Kepala Sekolah di
SDN Oro-oro Ombo Tahun Pelajaran 2019/2020. jurnal Edukasi Gemilang, Volume
V No. 3. Halaman 19. Di akses jam 8.40 pada
tanggal 23/9/2023
Sumber Wawancara Kepada Wakil Kepala Sekolah, Staf Kepeserta didikan,
Guru Penggerak, Guru BK, Teman Sejawat dan Peserta Didik 1. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Ibu Sri Erna Mulyawati, S.Pd Guru belum membiasakan peserta
didik melaksanakan pembelajaran berbasis HOTS melalui media atau rencana
pembelajaran, sehingga peserta didik belum mampu untuk berfikir tingkat
tinggi. 2. Staff
Kesiswaan & PJ LAB TIK (Guru Informatika
kelas XII) Iman Lukman Hakim, S.Kom
a.
Faktor dari peserta didik, karena
kurangnya membaca, menyebabkan peserta didik belum mampu menganalisis suatu
pembahasan dalam pembelajaran b.
faktor dari guru, kurang
membiasakan untuk memberikan soal-soal atau pemahaman tentang pembelajaran
HOTS 3.
Staf Kepeserta Didikan Sekaligus Guru
Penggerak Haldi Rizkiawan Sukarna, S.Pd Karena
faktor karakter peserta didik yang berbeda-beda bisa dilihat dari jenis
kelamin, tingkat sosial, tingkat ekonomi, sehingga penerapan pembelajaran
berbasis HOTS belum maksimal karena harus menyesuaikan dengan semua karakter
peserta didik. 4.
Rindi Yulita
Puspitasari KS, S.Pd 1(Guru
matemtaika kelas x) Karena sebagian besar peserta didik
belum memiliki keterampilan berpikir
tingkat tinggi.
|
Setelah di
analisis, masalah Pembelajaran berbasis HOTS belum dapat diterapkan pada
peserta didik dikarenakan
1. Guru
tidak memahami cara penyusunan soal HOTS
. 2. Kurangnya
pelatihan dari sekolah tentang penyusunan soal HOTS. 3. KD
yang digunakan tidak dapat dijadikan soal HOTS. 4. Pada
level LOTS siswa masih ada yang belum tunntas. 5. Dalam menyusun soal HOTS, guru membutuhkan waktu lebih lama
|
|
6 |
Komunikasi
antara orang tua dan guru kurang terjalin
|
Sumber Kajian
Literatur Jurnal/artikel. 1. Saputri D.I,
Siswanto J & Sukamto. (2019).
a. Menjalin komunikasi
yang baik dengan orangtua peserta
didik agar kemajuan belajar dan
kendala yang dialami
peserta didik dalam belajar
dapat diatasi dengan
baik.
b. Guru setelah orang tua di rumah hendaknya memperhatikan perkembangan siswa terutama yang mempunyai
kesulitan dalam belajar.
c.
memberikan perhatian kepada anak yang tepat memberikan pola asuh
yang benar.
d.
memberikan dukungan penuh
terhadap kegiatan positif
agar anak dapat mengembangkan nilai belajarnya yang
dimiliki dalam dirinya.
e. orang tua diharapkan tidak selalu memanjakan
anak karena hal tersebut dapat membuat anak menjadi memanfaatkan untuk hal
yang tidak baik.
f. Peserta didik diharapkan
memiliki semangat belajar
yang tinggi, sehingga
dapat mencapai nilai belajar yang baik di sekolah. Saputri D.I, Siswanto J & Sukamto. (2019). Pengaruh
Perhatian Orang Tua dan Motivasi Terhadap Hasil Belajar. Vol 2 No 3, Tahun 2019p-ISSN :
2614-3909 e-ISSN : 2614-3895 https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JP2/article/view/19285/11414 di akses jam 14.30 pada tanggal 23/9/2023 2.
Pusitaningtyas, A. (2016). a. Peran orang tua di rumah dan guru di sekolah
sangat penting bagi pendidikan anak.
b. Komunikasi yang baik antara orang tua dan guru
merupakan suatu keharusan agar tercapai kesinergian antara keduanya.
c. Komunikasi tersebut bisa berlangsung dalam satu
arah ataupun dua arah.
d. Komunikasi satu arah terjadi saat guru memberikan
informasi kepada orang tua tentang peristiwa, kegiatan, atau kemajuan yang
dicapai anak. Sedangkan komunikasi dua arah terjadi jika ada dialog
interaktif antara guru dan orang tua.
e. Komunikasi yang baik akan menumbuhkan sikap
saling percaya antara orang tua dan guru.
Pusitaningtyas, A. (2016).
PENGARUH KOMUNIKASI ORANG TUA DAN GURU TERHADAP KREATIVITAS SISWA. Proceedings
of The ICECRS, 1(1), picecrs.v1i1.632
https://doi.org/10.21070/picecrs.v1i1.632 di akses jam 14. 45 pada tanggal 23/9/2023 Sumber Wawancara Kepada Wakil Kepala Sekolah, Staf Kepeserta didikan,
Guru Penggerak, Guru BK, Teman Sejawat dan Peserta Didik 1. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Ibu Sri Erna Mulyawati, S.Pd
a.
Orang tua terlalu sibuk dengan pekerjaannya
sehingga tidak begitu memperhatikan perkembangan anaknya b.
Orang tua berfikir sudah
menitipkan Anaknya ke pihak Sekolah
2. Staff
Kesiswaan & PJ LAB TIK (Guru Informatika
kelas XII) Iman Lukman Hakim, S.Kom Keluarga (orangtua) menjadi pendidikan pertama
bagi anaknya, sehingga walaupun siswa sekolah tetapi peran orangtua tetap
berpengaruh terhadap keberlangsungan belajar siswa. 3.
Staf Kepeserta Didikan Sekaligus Guru
Penggerak Haldi Rizkiawan Sukarna, S.Pd Tidak adanya grup parenting antara guru dengan orang
tua mengakibatkan kurang terjalinnya hubungan antara orang tua dan kalaupun
ada tidak berjalan dengan mulus
4.
Rindi Yulita
Puspitasari KS, S.Pd 1(Guru matemtaika kelas x)
Orang tua dan guru, akan membuat anak merasa
memiliki kebebasan berkreativitas guna pengembangan potensi dirinya, sehingga
bisa meningkatkan kreativitas dan mencapai keberhasilan dalam belajar.
|
Setelah dilakukan analisis terhadap hasil kajian literatur
dan hasil wawancara dari berbgai sumber, serta dikonfirmasi melalui observasi
/pengamatan dapat diketahui bahwa
komunikasi antara orang tua dan guru kurang terjalin: 1. Penyebab komunikasi guru , orangtua dan siswa yang kurang terjalin dengan
baik. 2. Pentingnya komunikasi 2 arah antara orangtua dan guru serta siswa dan
guru /pihak sekolah 3. Guru hendaknya memperhatiakan siswa yang kesulitan
belajar .
|
|
7 |
Guru masih belum mengoptimalkan
pemanfaatan teknologi.
|
Sumber Kajian Literatur
Jurnal/artikel
Menurut
Siahaan (2008) dalam Sri (2015)
faktor penyebab guru tidak menguasai IPTEK adalah :
1.
Mengajar dengan menggunakan
buku teks saja menurut guru, para peserta didiknya sudah memperlihatkan
prestasi belajar yang memadai dan bahkan membanggakan.
2.
Mencari sumber-sumber belajar
lainnya termasuk melalui pemanfaatan TIK (di luar buku teks yang sudah
ditetapkan) menurut guru tentulah menyita waktu dan biaya.
3.
Keengganan guru untuk
memanfaatkan berbagai sumber belajar termasuk pemanfaatan TIK dalam kegiatan pembelajaran
jika tidak ada konsekuensi logis yang dapat mereka rasakan atau peroleh.
https://www.google.com/search?q=menurut+siahaan+%282008%29&sca_esv=567797162&authuser=0&sxsrf=AM9HkKlLwE7Xr4kiyXhFCrKt8LzK15FHg%3A1695465822844&ei=XsEOZaWUM92K4-
dia akses jam 14.10 pada tanggal September
2023
Sementara
menurut Sri (2015)
hambatan guru menguasai
IPTEK adalah:
1.
Belum meratanya infrastruktur
yang mendukung pemanfaatan IPTEK
dalam pembelajaran. 2.
Keterbatasan SDM untuk
mendukung pemanfaatan IPTEK dalam pembelajaran. 3.
Kurangnya rasa percaya diri
guru menggunakan TIK dalam melaksanakan proses pembelajaran. 4.
Belum berkembangnya kesadaran
guru tentang pentingnya peranan TIK dalam meningkatkan kualitas pembelajaran
Sri Lestari. 2015. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi
Pemanfaatan TIK Oleh Guru . Kwangsan, Vol. 3 No. 2. Halaman 129.
di akses jam14.00
pada tanggal 23 september 2023
Sumber Wawancara Kepada Wakil Kepala Sekolah, Staf Kepeserta didikan,
Guru Penggerak, Guru BK, Teman Sejawat dan Peserta Didik 1. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Ibu Sri Erna Mulyawati, S.Pd Penyebab guru kurang menguasai IPTEK menurut pakar
adalah : ·
Guru beranggapan bahwa menggunakan teknologi membutuhkan waktu belajar dan persiapan
yang lama. ·
Faktor usia. ·
Fasilitas pribadi guru yang
tidak memadai. ·
Guru tidak memiliki motivasi
untuk mempelajari teknologi yang berkembang. ·
Penyebab guru kurang menguasai
IPTEK
2. Staff
Kesiswaan & PJ LAB TIK (Guru Informatika
kelas XII) Iman Lukman Hakim, S.Kom
a.
Guru fokus pada penyelesaian
materi ajar. b.
Kurangnya sarana dan prasarana
di sekolah. c.
Rendahnya kesadaran guru
terhadap penguasaan teknologi. d.
Guru belum menyadari manfaat penggunaan
IPTEK dalam keberhasilan pembelajaran. e.
Kuota yang tidak memadai baik peserta didik mau pun guru. 3.
Staf Kepeserta Didikan Sekaligus Guru
Penggerak Haldi Rizkiawan Sukarna, S.Pd
5.
Rindi Yulita
Puspitasari KS, S.Pd 1(Guru matemtaika kelas x)
Masih banyak guru
yang lemah di bidang IT nya
|
Setelah dilakukan analisis terhadap hasil kajian literatur
dan hasil wawancara dari berbgai sumber, serta dikonfirmasi melalui observasi
/pengamatan dapat diketahui bahwa guru
masih belum menoptimalkan pemanfatan teknologi :
1.
Kurangnya kesadaran guru akan
pentingnya peran teknologi dalam pembelajaran.
2.
Peralatan IPTEK guru yang tidak
memadai.
3.
Guru beranggapan bahwa memakai
buku dan media pembelajaran selain IT juga pembelajaran sudah dapat
terlaksana dengan baik.
4.
Faktor usia guru.
5.
Pembelajaran dengan menggunakan
IPTEK membutuhkan waktu yang lebih lama. |

Comments
Post a Comment