LK 1.2 Eksporasi Penyebab masalah

 





LK. 1.2 Eksplorasi Penyebab Masalah pembelajaran peserta didik SMK

 

Nama Mahasiswa    : NIA KANIA DEWI

Kelas                      : PPG Daljab Informatika Kategori 1 Tahun 2023

Alas Sekolah           : SMAN 1 RANCAEKEK

 

Masalah pembelajaran adalah: Kesenjangan antara tujuan yang direncanakan dengan realisasi pencapaian oleh siswa. Tujuan pembelajaran terbagi pada dua hal yaitu capaian kompetensi (KD/TP) dan proses pencapaian kompetensi (proses belajar). Pada terminologi ABCD (Audience, Behavoir, Condition and Degree), maka B dan D merupakan representasi capaian kompetensi, sedangkan C adalah proses pencapaiannya.

 

Identifikasi masalah adalah: proses menemukan kesenjangan yang terjadi pada siswa sebagaiaman definisi maslah pembelajaran.

 

Eksplorasi penyebab masalah adalah: Mengidentifikasi semua kemungkinan penyebab terjadinya kesenjangan pencapaian tujuan pembelajaran oleh siswa. Penyebab tersebut dapat bersumber dari metode yang diterapkan oleg guru,  sarana prasarana pembelajaran, lingkungan belajar, sikap dan perilaku guru, lingkungan sosial dan keluarga, dan diri siswa yang bersangkutan.

 

Penentuan penyebab masalah adalah: proses memilah dan menentukan penyebab yang paling dominan atas timbulnya kesenjangan pencapaian tujuan pembelajaran oleh siswa. Jika penyebab ini diatasi, maka harapannya penyebab lain yang tereksplorasi akan selesai dengan sendirinya.

 

No.

Masalah yang telah  diidentifikasi (di salin dari masalah yang berada di LK1.1)

Hasil eksplorasi penyebab masalah

Analisis eksplorasi penyebab masalah

1

Pedagogik

 

Rendahnya motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran

Kajian Literatur

Sumber kajian Literasi jurnal/Artikel

1.     Teori motivasi instrinsik (intrinsic motivation Thiory) menjelaskan bahwa rendahnya hasil belajar dapat disebabkan oleh kurangnya motivasi yang berasal dari dalam dan dari luar peserta didik untuk belajar. Karena mereka tidak melihat nilai intrinsik (hakiki) atau kepuasan  dalam mempelajari materi tersebut

 

Deci, E.K., & Ryan, R.M (1985). Intrinsik motivation and self determination in human behavior. Springer.

https://scholar.google.com/scholar?q=related:I1YF8FUqyEkJ:scholar.google.com/&scioq=++Teori+Motivasi+Instrinsik+(Intrinsic+Motivation+Theory)+&hl=id&as_sdt=0,5 di akses jam 10.20 pada tanggal 21 september 2023

 

2.     Menurut Ahmad Aunur Rohman, dkk (2018) mengatakan bawah faktor yang mempengaruhi rendahnya motivasi belajar peserta didik diantaranya:

·       tempat belajar,

·       fungsi fisik,

·       kecerdasan,

·       sarana dan prasarana,

·       waktu,

·       kebiasaan belajar,

·       guru,

·       orang tua,

·       emosional,

·       kesehatan, serta

·       faktor teman.

 

Rohman, A. A., & Karimah, S. (2018). Faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya motivasi belajar peserta didik kelas XI. Jurnal At-Taqaddum, 10(1), 95-108.

https://journal.walisongo.ac.id/index.php/attaqaddum/article/view/2651 di akses  jam 10.33 pada tanggal 21 september 2023

 

3.     Menurut Rizki permata (2018) mengatakan bahwa faktor penyebab rendanya motivasi belajar peserta didik secara

 

a.      internal adalah kurangnya perhatian peserta didik pada saat mengikuti pelajaran.

b.     eksternal di sebabkan oleh lingkungan sekolah  seperti kurangnya penggunaan ;

·       metode pembelajaran yang variasi,

·       kurangnya.media dan sumber belajar,

·       kurangnya penegakkan disiplin sekolah dan  lingkungan belajar yang mendukung.

 

Permatasari. (2018). Faktor-Faktor Penyebab Rendahnya Motivasi Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Di Smp Guna Dharma Bandar Lampung (Doctoral dissertation, UIN Raden Intan Lampung).

http://repository.radenintan.ac.id/4108/1/Skripsi%20Full.pdf diakses jam 11.20 tanggal 21 september 2023

 

4.     Dalam penelitian ini didapat bahwa factor yang menyebabkan semangat belajar anak yang menurun dari    

1)     internal yaitu :

a.      sikap,

b.     masa

c.      waktu

2)     sedangkan dari eksternal yaitu:

·       keluarga,

·       guru,

·       lingkungan social

·       lingkungan sekolah.

 

Nia juniarti, johanes Bahari, wanto riva’ie factor penyeb menurunnya hasil belajar siswa pada pembelajaran sosiologi di SMA.

https://jurnal.untan.ac.id/index.php/jpdpb/article/view/9025

      Jam 10.20 tanggal 21 september 2023

 

Sumber wawancara kepada wakil kepala sekolah staf kepesertaan didikan,guru penggerak,guru BK, Teman sejawat dan peserta Didik

 

1.     Wakil kepala sekolah bidang kurikulium ibu sri erna mulyawati,SPd

 

Penyebabnya kurangnya motivasi  peserta didik dalam pembelajaran adalah

a.      Factor kurang motivasi peserta didik berasal dari peserta didik motivasi belajar dari peserta didik menjadi berkurang .

b.     Cara guru menyampaikan materi kepada peserta didik kurang menarik bagi peserta didik karena guru cenderung monoton dan juga kurang menguasai  materi pembelajaran.

c.      Guru kurung mengeksplore kemampuannya untuk bisa memberikan metode atau gaya mengajar yang lebih Merdeka.

 

2.     Staff Kesiswaan & PJ LAB TIK (Guru Informatika kelas XII) Iman Lukman Hakim, S.Kom

 

Motivasi belajar peserta didik dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah:

a.      Faktor internal yaitu faktor yang berasal dari dirinya sendiri, seperti:

1)     Faktor kesehatan peserta didik

2)     Materi yang diberikan terlalu sulit

3)     Kondisi psikologis peserta didik

4)     Merasa jenuh dengan materi yang disampaikan

5)     Intelektualitas atau kecerdasan peserta didik

6)     Minat belajar peserta didik rendah

7)     Sikap atau perilaku peserta didik

8)     Kesiapan belajar peserta didik

 

b.     Kondisi eksternal yaitu faktor diluar diri peserta didik, diantaranya adalah:

1)     Kondisi dan lingungan sekolah

2)     Lingkungan kelas yang tidak nyaman

3)     Pengaruh teman

 

3.     Staf Kepeserta didikan sekaligus Guru Penggerak Haldi Rizkiawan Sukarna, S.Pd

 

Penyebab kurangnya motivasi peserta didik dalam pembelajaran di sebabkan oleh beberapa factor:

1.     Kurang percaya diri

2.     Dari dalam diri peserta didik itu sendiri

3.     Peserta didik tidak mempunyai tujuan yang jelas

4.     Factor dari keluarga

5.     Factor dari lingkungan sekitar

6.     Sarana dan prasarana tidak menunjang

 

 

4.     Rindi Yulita Puspitasari KS, S.Pd 1

(Guru matemtaika kelas x)

Turunnya motivasi belajar peserta didik ada beberapa factor yang mempengaruhi, diantara factor  tersebut adalah sebagai berikut.

a.      Factor intrinsik yaitu factor yang berasal dari dirinya sendiri

1)     Minat belajarnya tidak ada

2)     Factor Kesehatan peserta didik

3)     Sikap peserta didik yang malas

b.     Factor ekstrinsik yaitu factor yang berasal dari luar peserta didik

1)     Kurangnya perhatian kedua orang tua.

2)     Lingkungan Sosial yang kurang mendukung peserta didik

3)     Terbawa pergaulan yang tidak baik

4)     Factor temen sekelas

5)     Monotonnya guru dalam menyampaikan materi

 

 

Setelah dilakukan analisis terhadap hasil kajian literatur dan hasil wawancara dari berbagai sumber, serta dikonfirmasi melalui observasi/pengamatan dapat di ketahui bahwa penyebab  masalah peserta didik memilih  motivasi belajar yang rendah untuk pembelajaran komputer adalah :

1.     Metode yang digunakan guru tidak sesuai dengan karakter peserta didik

 

2.     Guru mengajar dengan cara yang monoton dan kurang bervariasi.

 

3.     Factor kemajuan teknologi yang menyebabkan peserta didik.

 

4.     Kurang mendukungnya sarana dan prasarana.

 

5.     Pengaruh lingkungan keluarga dan masyarakat

 

Rasa malas dari peserta didik itu sendiri yang tidak memiliki keinginan untuk belajar

 

2

Rendahnya disiplin peserta didik dalam pembelajaran

 

Sumber Kajian Literatur Jurnal/artikel.

 

1.     Menurut akbar kurniawan,dkk(2021) mengatakan bahwa faktor-faktor yang menghambat tingkat kedisiplinan peserta didik terdiri dari 2 penyebab diantaranya adalah

a.      Faktor internal meliputi

1)     Karakter pribadi peserta didik

2)     Rendahnya  pemahaman peserta didik akan pentingnya aturan..

b.     Faktor eksternal meliputi:

1)     Petemanan

2)     Kemajuan teknologi (game online)

3)     Pengaruh gaya (style)

4)     Lingkungan keluarga dan tempat tinggal.

 

Kurniawan, A., & Agustang, A. (2022). Faktor Penghambat tingkat kedisiplinan Peserta didik di SMAN 1 BANTAENG.

Menurut Ahmad Pujo Sugiarto , dkk (2019) faktor kedisiplinan

 

https://scholar.google.com/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=Kurniawan%2C+A.%2C+%26+Agustang%2C+A.+%282022%29.+Faktor+Penghambat+tingkat+kedisiplinan+Peserta+didik+di+SMAN+1+BANTAENG.&btnG= akses jam 11.40 tanggal 22 september 2023

 

2.     Menurut Ahmad Pujo Sugiarto dkk (2019) faktor kedisiplin belajar peserta didik   ada dua yaitu faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik.

 

a.      Faktor intrinsik yaitu faktor yang berasal dari dirinya sendiri yaitu peserta didik yang malas, malas untuk belajar, tidak pernah mengerjakan PR atau tugas, malas.

b.     Faktor ekstrinsik merupakan faktor yang berasal dari luar individu berupa lingkungan keluarga.

c.      Faktor lain adalah dari guru, guru yang galak dan cara mengajar yang membosankan menyebabkan peserta didik malas belajar.

 

Sugiarto, A. P., Suyati, T., & Yulianti, P. D. (2019). Faktor kedisiplinan belajar pada peserta didik kelas x smk larenda brebes. Mimbar Ilmu, 24(2), 232-238.

 

https://www.google.com/search?q=Sugiarto%2C+A.+P.%2C+Suyati%2C+T.%2C+%26+Yulianti%2C+P.+D.+%282019%29.+Faktor+kedisiplinan+belajar+pada+peserta+didik+kelas+x+smk+larenda+brebes.+Mimbar+Ilmu%2C+24%282%29%2C+232-  di akses jam 13.36 pada tanggal 22 september 2023

 

Sumber Wawancara Kepada Wakil Kepala Sekolah, Staf Kepeserta didikan, Guru Penggerak, Guru BK, Teman Sejawat dan Peserta Didik

 

1.     Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Ibu Sri Erna Mulyawati, S.Pd

 

Penyebab kurangnya disiplin peserta didik dalam pembelajaran adalah sebagai berikut:

a.      Peserta didik kurang dalam  manajemen waktu

b.     Peserta didik tidak aktif mencari hal yang baru

c.      Sering begadang

d.     Tidak menghargai orang lain

e.      Faktor dari dirinya sendiri

f.      Faktor lingkungan rumah, lingkungan pergaulan, lingkungan sekolah

g.     orang tua tidak mendukung anaknya

 

3.     Staff Kesiswaan & PJ LAB TIK (Guru Informatika kelas XII) Iman Lukman Hakim, S.Kom

 

Faktor penyebab rendahnya disiplin peserta didik bisa disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya adalah:

a.      Faktor intrinsik yaitu faktor yang ada dalam diri peserta didik

b.     Adanya tekanan dari keluarga

c.      Kebijakan di sekolah yang membuat peserta didik tidak bahagia

d.     Tidak senangnya peserta didik terhadap metode yang diajarkan oleh guru

e.      Kurang tidur dan sering begadang

f.      Kurangnya kebebasan peserta didik dalam mengeluarkan potensinya

g.     Faktor teman dan lingkungan

 

3.     Staf Kepeserta didikan sekaligus Guru Penggerak Haldi Rizkiawan Sukarna, S.Pd.

 

Turunnya disiplin peserta didik ada beberapa faktor yang mempengaruhi, diantara adalah:

a.      Menurunnya motivasi belajar

b.     Lalai dalam keseharian

c.      Malas dari peserta didik itu sendiri

d.     Pengaruh lingkungan dan teman

e.      Orang tua kurang menerapkan kedisiplinan pada peserta didik

f.      Tidak adanya kesadaran dari peserta didik itu sendiri

 

4.     Rindi Yulita Puspitasari KS, S.Pd 1

(Guru matemtaika kelas x)

 

Kurangnya disiplin peserta didik dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah:

 

a.      Faktor internal yaitu faktor yang berasal dari diri peserta didik itu sendiri, seperti:

1)     Rasa malas belajar

2)     Sering tidur larut malam

3)     Sering bermain hp

b.     Faktor eksternal yaitu faktor yang dapat berpengaruh diluar peserta didik, diantaranya adalah:

1)     Pengaruh teman sebaya

2)     Kesibukan orang tua

3)     Tidak adanya disiplin dari kedua orang tua

 

 

 

 

 

Setelah dilakukan analisis terhadap rendahnya disiplin peserta didik dalam pembelajaran komputer melalui berbagai sumber literatur dan wawancara, maka dapat ditentukan penyebab masalah yang sesuai dengan kondisi satuan Pendidikan sebagai berikut:

 

1.     Peserta didik malas belajar

2.     Rendahnya motivasi peserta didik

3.     Manajemen waktu yang kurang baik.

4.     Kurangnya didikan orang tua.

5.     Adanya tekanan oleh guru

6.     Faktor teman sebaya

3

Peserta  didik cenderung tidak antusias dalam bertanya dan mengungkapkan pendapat

Sumber Kajian Literatur Jurnal/artikel.

 

1.     Menurut Nita Oktifa dalam blognya, faktor penyebab peserta didik tidak antusias dalam pembelajaran :

  1. Peserta didik yang mengalami  learning disorder biasanya terganggu belajarnya karena hilangnya respons yang bertentangan dengan karakteristik peserta didik.
  2. Metode belajar tidak sesuai dengan karakter peserta didik
  3. Peserta didik tidak menyukai gurunya
  4. Media pembelajaran yang digunakan tidak sesuai
  5. Peserta didik memiliki permasalahan pribadi atau keluarga

 

https://akupintar.id/info-pintar/-/blogs/faktor-penyebab-munculnya-rasa-bosan-pada-siswa-saat-belajar

di akses jam 14.15 tanggal 22 september 2023

 

2.     Menurut Eggi G. Ginanjar dalam penelitiannya, faktor penyebab tidak antusiasnya peserta didik dalam bertanya dan berpendapat yaitu :

a.      Faktor A terdiri atas:  keberanian memberikan tanggapan, pemahaman peserta didik, keberanian menjawab pertanyaan, kemampuan menjelaskan, kemampuan menyimpulkan, kepercayaan diri bertanya.

b.     Faktor B terdiri atas:  kemampuan membuat  ringkasan, kemampuan menyampaikan gagasan, kemampuan mempresentasikan,  kemampuan peserta didik bertanya

a.      Faktor C terdiri atas: tanggung jawab terhadap tugas, kefokusan peserta didik terhadap pelajaran, kemampuan peserta didik mendengarkan, menulis rangkuman.

b.     Faktor D terdiri atas: mengemukakan pendapat, keberanian berpendapat, sikap optimisme berpendapat.

c.      Faktor E terdiri atas: kemampuan pemecahan masalah, mampu menjawab tanggapan.

d.     Faktor F terdiri atas: kepercayaan diri ke depan kelas.

Ginanjar, E. G., Darmawan, B., & Sriyono, S. (2019). Faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya partisipasi belajar peserta didik smk. Journal of Mechanical Engineering Education, 6(2), 206-219. Di akses jam 12.20 pada tanggal 22 september 2023

Sumber Wawancara Kepada Wakil Kepala Sekolah, Staf Kepeserta didikan, Guru Penggerak, Guru BK, Teman Sejawat dan Peserta Didik

1.     Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Ibu Sri Erna Mulyawati, S.Pd

 

Faktor Rendahnya antusias dalam bertanya dan mengungkapkan pendapat yaitu : peserta didik sering merasa kurang percaya diri, rendah diri, sehingga membuat mereka malu untuk bertanya dan tampil untuk mengemukakan pendapat

 

4.     Staff Kesiswaan & PJ LAB TIK (Guru Informatika kelas XII) Iman Lukman Hakim, S.Kom

 

Rendahnya antusias dalam bertanya dan berpendapat disebabkan oleh, kurangnya minat baca dari peserta didik, sehingga tidak memahami apa yang ingin ditanyakan, dan kurang bisa merangkai kalimat pertanyaan.

 

3.     Staf Kepeserta didikan sekaligus Guru Penggerak Haldi Rizkiawan Sukarna, S.Pd

tidak antusiasnya peserta didik dalam bertanya dan berpendapat dikarenakan beberapa hal :

a.        Peserta didik tidak mengerti dan tidak tau apa yang ingin ditanyakan

b.       Materi yang disampaikan guru tidak menarik bagi peserta didik untuk bertanya

c.        Metode yang disampaikan guru dalam pembelajaran tidak menarik

d.       Kurangnya motivasi dan bimbingan dari guru untuk bertanya atau mengungkapkan pendapat sehingga peserta didik kurang percaya diri.

 

4.     Rindi Yulita Puspitasari KS, S.Pd 1 (Guru matemtaika kelas x)

a.      Tidak ada pembiasaan dalam menyampaikan pendapat, akhirnya anak takut dan malu untuk berpendapat

b.     Kurangnya literasi sehingga anak kurang referensi dalam berpendapat.

Setelah di dilakukan analisis, masalah Peserta didik cenderung tidak antusias dalam bertanya dan mengungkapkan pendapat dikarenakan :

1.     Kurangnya keberanian dalam  memberikan tanggapan

 

2.     Metode yang digunakan guru tidak merangsang peserta didik untuk bertanya

 

3.     Beberapa peserta didik belum mampu Menyusun sebuah kaliamat untuk bertanya atau berpendapat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4

 

Konsentrasi belajar peserta didik berkurang pada saat jam terakhir

Sumber Kajian Literatur Jurnal/artikel.

 

1.     Dosen FKIP UT dalam artikelnya mengatakan penyebab konsetrasi peserta didik berkurang pada saat jam terakhir yaitu :

a.      Rasa lelah mendorong para peserta didik mencari kegiatan yang menarik perhatian mereka, yaitu bergurau dengan teman atau tiduran di tempat duduk

b.     Guru membuka, mengisi dan  menutup pembelajaran masih dengan metode ceramah.

c.      Guru hanya berdiri di depan kelas walaupun keterlibatan peserta didik masih sedikit, penyampai materi pembelajaran kurang jelas.

 

https://www.google.com/search?q=1.%09Dosen+FKIP+UT+&sca_esv=567523571&authuser=0&sxsrf=AM9HkKlt6jhCGpNqN2Ils- di akses jam 6.30 tanggal 23/9/2023

 

2.     Menurut Erna Ratna Wibiastuti (2015: 83) :

 

a.      Kondisi lingkungan pembelajaran, metode pengajaran, maupun model pembelajaran yang diterapkan yang kurang mendukung

b.     konsentrasi belajar dapat dipengaruhi oleh gangguan dari luar, boleh dikatakan semua hal yang berada di luar diri seseorang dapat menjadi pengganggu konsentrasi belajarnya, seperti misalnya suhu udara yang amat panas atau dingin, angin ribut yang bertiup kencang, cahaya matahari sangat terang

 

https://www.google.com/search?q=2.%09Menurut+Erna+Ratna+Wibiastuti+%282015%3A+83%29+%3A+&sca_esv=567523571&authuser=0&sxsrf=AM9HkKknO9XgZ5FJp0HH7a_F1Yr7hnz-   

di akses jam 7.30 pada tanggal 23 september 2023

Sumber Wawancara Kepada Wakil Kepala Sekolah, Staf Kepeserta didikan, Guru Penggerak, Guru BK, Teman Sejawat dan Peserta Didik

1.     Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Ibu Sri Erna Mulyawati, S.Pd

2.      

Konsentrasi belajar peserta didik berkurang pada saat jam terakhir disebabkan oleh rasa lelah, dari pengamatan di sekolah, rata-rata peserta didik sudah harus bangun dari jam 4 pagi untuk ke sekolah dan berjalan kaki, karena jarak sekolah yang jauh dari tempat tinggal, yang artinya dari pagi para peserta didik sudah merasa lelah, terlebih lagi pada saat jam terakhir, konsentrasi peserta didik pun terganggu.  

 

5.     Staff Kesiswaan & PJ LAB TIK (Guru Informatika kelas XII) Iman Lukman Hakim, S.Kom

Konsentrasi berkurang pada saat jam terakhir disebabkan oleh :

a.        kondisi geografis yang memiliki suhu yang sangat panas

b.       peserta didik juga merasa lelah, karena dari jam 4 pagi sudah berjalan kaki untuk menuju sekolah, otomatis fisik mereka juga terkuras

c.        Fisik mereka dari jam pertama hingga jam terakhir di pakai belajar, otomatis menyebabkan kosentrasi untuk belajar juga berkurang.

 

3.     Staf Kepeserta didikan sekaligus Guru Penggerak Haldi Rizkiawan Sukarna, S.Pd

Konsentrasi peserta didik berkurang pada saat jam terakhir diakibatkan karena :

  1. faktor geografis merupakan wilayah tropis yang memiliki suhu yang sangat panas,
  2. rasa lelah dari peserta didik itu sendiri karena dari pagi telah menerima pelajaran
  3. jarak antara rumah dan sekolah sangat jauh dan kebanyak peserta didik berjalan kaki, sehingga ketika sampai disekolah, peserta didik sudah merasa lelah, otomatis berpengaruh pada tingkat konsentrasi.

4.     Rindi Yulita Puspitasari KS, S.Pd 1(Guru matemtaika kelas x)

  1. Faktor psikologis, di antaranya kelelahan, jenuh, lapar, mengantuk sehingga konsentrasi peserta didik menurun.
  2. Faktor cuaca yang sangat panas

 

 

Setelah di lakukan analisis, masalah Konsentrasi belajar peserta didik berkurang pada saat jam terakhir dikarenakan :

1.     Rasa lelah yang disebabkan karena jarak antara rumah dan sekolah sangat jauh dan ditempuh dengan berjalan kaki, dan peserta didik dari awal telah menerima pembelajaran yang membuat konsentrasi peserta didik  berkurang

 

2.     Faktor geografis seperti  suhu yang panas

 

3.     Metode guru yang belum untuk menyelesaikan dengan keadaan peserta didik diakhir  Pelajaran.

 

5

Pembelajaran  berbasis hot belum dapat diterapkan pada peserta didik

Sumber Kajian Literatur Jurnal/artikel.

Menurut Ahmad, dkk (2021)

terdapat beberapa indikator kesulitan guru dalam menyusun soal HOTS menurut yaitu :

a.      Keterbatasan waktu guru membuat soal HOTS.

b.     Belum paham penyesuaian KKO untuk soal HOTS.

c.      Tidak tepat memilih KD.

d.     Kurangnya sosialisasi pembuatan soal HOTS.

 

Ahmad Miftahuddin et al,.2021. Tantangan Guru Dalam Menyusun Soal Matematika SMK berbasis HOTS di Masa Pandemi Covid  19. Volume 3, Nomor 2. Halaman 92.

 

https://www.google.com/search?q=Ahmad+Miftahuddin+et+al%2C.2021.+Tantangan+Guru+Dalam+Menyusun+Soal+Matematika+SMK+berbasis+HOTSDi akses jam 8.40 pada tanggal 23/9/2023

 

Sedangkan menurut Siti (2020)

 

faktor penyebab rendahnya kompetensi guru kelas dalam penyusunan soal HOTS antara lain:

 

a.      Belum pernah mengikuti pendidikan dan pelatihan (DIKLAT) yang materinya khusus tata cara penyusunan soal bentuk pilihan ganda yang baik dan benar.

 

b.     Kepala sekolah belum pernah mengadakan bimbingan khusus tentang tata cara penyusunan soal pilihan ganda yang sesuai dengan kaidah penyusunan soal yang baik dan benar.

 

c.      kegiatan KKG tidak pernah membahas tentang sistem penilaian yang terfokus pada tata cara penyusunan soal HOTS sesuai dengan kaidah yang baik dan benar, guru berpendapat menyusun soal bentuk isian lebih mudah dan cepat selesai bila dibandingkan dengan membuat soal bentuk pilihan ganda.

 

Siti Khotifah, S.Pd. 2020. Peningkatan Kompetensi Guru Kelas Dalam Penyusunan Soal HOTS Melalui Pendampingan Kepala Sekolah di SDN Oro-oro Ombo Tahun Pelajaran 2019/2020. jurnal Edukasi Gemilang, Volume V No. 3. Halaman 19.

https://www.google.com/search?q=Siti+Khotifah%2C+S.Pd.+2020.+Peningkatan+Kompetensi+Guru+Kelas+Dalam+Penyusunan+Soal+HOTS+Melalui+Pendampingan 

Di akses jam 8.40 pada tanggal 23/9/2023

 

Sumber Wawancara Kepada Wakil Kepala Sekolah, Staf Kepeserta didikan, Guru Penggerak, Guru BK, Teman Sejawat dan Peserta Didik

1.     Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Ibu Sri Erna Mulyawati, S.Pd

Guru belum membiasakan peserta didik melaksanakan pembelajaran berbasis HOTS melalui media atau rencana pembelajaran, sehingga peserta didik belum mampu untuk berfikir tingkat tinggi.

2.     Staff Kesiswaan & PJ LAB TIK (Guru Informatika kelas XII) Iman Lukman Hakim, S.Kom

 

a.      Faktor dari peserta didik, karena kurangnya membaca, menyebabkan peserta didik belum mampu menganalisis suatu pembahasan dalam pembelajaran

b.     faktor dari guru, kurang membiasakan untuk memberikan soal-soal atau pemahaman tentang pembelajaran HOTS

 

3.     Staf Kepeserta Didikan Sekaligus Guru Penggerak Haldi Rizkiawan Sukarna, S.Pd

 

Karena faktor karakter peserta didik yang berbeda-beda bisa dilihat dari jenis kelamin, tingkat sosial, tingkat ekonomi, sehingga penerapan pembelajaran berbasis HOTS belum maksimal karena harus menyesuaikan dengan semua karakter peserta didik.

4.     Rindi Yulita Puspitasari KS, S.Pd 1(Guru matemtaika kelas x)

Karena sebagian besar peserta didik belum memiliki keterampilan berpikir tingkat tinggi.

 

 

Setelah di analisis, masalah Pembelajaran berbasis HOTS belum dapat diterapkan pada peserta didik dikarenakan

 

1.     Guru tidak memahami cara penyusunan soal HOTS .

2.     Kurangnya pelatihan dari sekolah tentang penyusunan soal HOTS.

3.     KD yang digunakan tidak dapat dijadikan soal HOTS.

4.     Pada level LOTS siswa masih ada yang belum tunntas.

5.   Dalam menyusun

      soal HOTS, guru  membutuhkan waktu  lebih lama

 

 

6

Komunikasi antara orang tua dan guru kurang terjalin

 

Sumber Kajian Literatur Jurnal/artikel.

1.     Saputri D.I, Siswanto J & Sukamto. (2019).

 

a.      Menjalin komunikasi yang baik dengan orangtua peserta didik agar kemajuan belajar dan  kendala  yang  dialami  peserta didik  dalam  belajar  dapat  diatasi  dengan  baik.

 

b.     Guru  setelah orang tua di rumah hendaknya memperhatikan perkembangan siswa terutama yang mempunyai kesulitan dalam belajar.

 

c.      memberikan perhatian kepada anak yang tepat memberikan pola asuh yang  benar.

 

d.     memberikan  dukungan  penuh  terhadap  kegiatan  positif  agar  anak  dapat mengembangkan nilai belajarnya yang dimiliki dalam dirinya.

 

e.      orang tua diharapkan tidak selalu memanjakan anak karena hal tersebut dapat membuat anak menjadi memanfaatkan untuk hal yang  tidak  baik.

 

f.      Peserta didik   diharapkan  memiliki  semangat  belajar  yang  tinggi,  sehingga  dapat mencapai nilai belajar yang baik di sekolah.

Saputri D.I, Siswanto J & Sukamto. (2019). Pengaruh Perhatian Orang Tua dan Motivasi Terhadap Hasil  Belajar. Vol 2 No 3, Tahun 2019p-ISSN : 2614-3909 e-ISSN : 2614-3895

https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JP2/article/view/19285/11414  di akses jam 14.30 pada tanggal 23/9/2023

2.     Pusitaningtyas, A. (2016).

 

a.      Peran orang tua di rumah dan guru di sekolah sangat penting bagi pendidikan anak.

 

b.     Komunikasi yang baik antara orang tua dan guru merupakan suatu keharusan agar tercapai kesinergian antara keduanya.

 

c.      Komunikasi tersebut bisa berlangsung dalam satu arah ataupun dua arah.

 

d.     Komunikasi satu arah terjadi saat guru memberikan informasi kepada orang tua tentang peristiwa, kegiatan, atau kemajuan yang dicapai anak. Sedangkan komunikasi dua arah terjadi jika ada dialog interaktif antara guru dan orang tua.

 

e.      Komunikasi yang baik akan menumbuhkan sikap saling percaya antara orang tua dan guru.

 

Pusitaningtyas, A. (2016). PENGARUH KOMUNIKASI ORANG TUA DAN GURU TERHADAP KREATIVITAS SISWA. Proceedings of The ICECRS, 1(1), picecrs.v1i1.632

 

https://doi.org/10.21070/picecrs.v1i1.632

di akses jam 14. 45 pada tanggal 23/9/2023

Sumber Wawancara Kepada Wakil Kepala Sekolah, Staf Kepeserta didikan, Guru Penggerak, Guru BK, Teman Sejawat dan Peserta Didik

1.     Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Ibu Sri Erna Mulyawati, S.Pd

 

a.      Orang tua terlalu sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak begitu memperhatikan perkembangan anaknya

b.     Orang tua berfikir sudah menitipkan Anaknya ke pihak Sekolah

 

2.     Staff Kesiswaan & PJ LAB TIK (Guru Informatika kelas XII) Iman Lukman Hakim, S.Kom

Keluarga (orangtua) menjadi pendidikan pertama bagi anaknya, sehingga walaupun siswa sekolah tetapi peran orangtua tetap berpengaruh terhadap keberlangsungan belajar siswa.

3.      Staf Kepeserta Didikan Sekaligus Guru Penggerak Haldi Rizkiawan Sukarna, S.Pd

Tidak adanya grup parenting antara guru dengan orang tua mengakibatkan kurang terjalinnya hubungan antara orang tua dan kalaupun ada tidak berjalan dengan mulus

 

4.     Rindi Yulita Puspitasari KS, S.Pd 1(Guru matemtaika kelas x)

 

Orang tua dan guru, akan membuat anak merasa memiliki kebebasan berkreativitas guna pengembangan potensi dirinya, sehingga bisa meningkatkan kreativitas dan mencapai keberhasilan dalam belajar.

 

Setelah dilakukan analisis terhadap hasil kajian literatur dan hasil wawancara dari berbgai sumber, serta dikonfirmasi melalui observasi /pengamatan  dapat diketahui bahwa komunikasi antara orang tua dan guru kurang terjalin:

1.     Penyebab komunikasi guru , orangtua dan siswa yang kurang terjalin dengan baik.

2.     Pentingnya komunikasi 2 arah antara orangtua dan guru serta siswa dan guru /pihak sekolah

3.     Guru hendaknya memperhatiakan siswa yang kesulitan belajar .

 

 

7

Guru masih belum mengoptimalkan pemanfaatan teknologi.

 

Sumber Kajian Literatur Jurnal/artikel

 

Menurut Siahaan (2008) dalam Sri (2015)

 

faktor penyebab guru tidak menguasai IPTEK adalah :

 

1.     Mengajar dengan menggunakan buku teks saja menurut guru, para peserta didiknya sudah memperlihatkan prestasi belajar yang memadai dan bahkan membanggakan.

 

2.     Mencari sumber-sumber belajar lainnya termasuk melalui pemanfaatan TIK (di luar buku teks yang sudah ditetapkan) menurut guru tentulah menyita waktu dan biaya.

 

3.     Keengganan guru untuk memanfaatkan berbagai sumber belajar termasuk pemanfaatan TIK dalam kegiatan pembelajaran jika tidak ada konsekuensi logis yang dapat mereka rasakan atau peroleh.

 

https://www.google.com/search?q=menurut+siahaan+%282008%29&sca_esv=567797162&authuser=0&sxsrf=AM9HkKlLwE7Xr4kiyXhFCrKt8LzK15FHg%3A1695465822844&ei=XsEOZaWUM92K4-

 dia akses  jam 14.10 pada tanggal September 2023

 

Sementara menurut Sri (2015)

 

       hambatan guru menguasai IPTEK adalah:

 

1.     Belum meratanya infrastruktur yang mendukung    

             pemanfaatan IPTEK dalam pembelajaran.

2.     Keterbatasan SDM untuk mendukung pemanfaatan IPTEK dalam pembelajaran.

3.     Kurangnya rasa percaya diri guru menggunakan TIK dalam melaksanakan proses pembelajaran.

4.     Belum berkembangnya kesadaran guru tentang pentingnya peranan TIK dalam meningkatkan kualitas pembelajaran

 

Sri Lestari. 2015. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pemanfaatan TIK Oleh Guru . Kwangsan, Vol. 3 No. 2. Halaman 129.

 

https://www.google.com/search?q=Sri+Lestari.+2015.+Faktor-faktor+Yang+%0D%0AMempengaruhi+Pemanfaatan+TIK+Oleh+Guru+.+%0D%0AKwangsan%2C+Vol.+3+No.+2.+Halaman+129.%0D%0A&sca_esv=567797162&authuser=0&sxsrf=AM9HkKmTDi25qA17yHcnVldK8FjCzcmC5g%3A1695451440862&ei=MIkOZbaaNN264-

 di akses jam14.00 pada tanggal 23 september 2023

 

Sumber Wawancara Kepada Wakil Kepala Sekolah, Staf Kepeserta didikan, Guru Penggerak, Guru BK, Teman Sejawat dan Peserta Didik

1.     Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Ibu Sri Erna Mulyawati, S.Pd

Penyebab guru kurang menguasai IPTEK menurut pakar adalah :

·       Guru beranggapan bahwa menggunakan teknologi membutuhkan waktu belajar dan persiapan yang lama.

·       Faktor usia.

·       Fasilitas pribadi guru yang tidak memadai.

·       Guru tidak memiliki motivasi untuk mempelajari teknologi yang berkembang.

·       Penyebab guru kurang menguasai IPTEK

 

2.     Staff Kesiswaan & PJ LAB TIK (Guru Informatika kelas XII) Iman Lukman Hakim, S.Kom

 

a.      Guru fokus pada penyelesaian materi ajar.

b.     Kurangnya sarana dan prasarana di sekolah.

c.      Rendahnya kesadaran guru terhadap penguasaan teknologi.

d.     Guru belum menyadari manfaat penggunaan IPTEK dalam keberhasilan pembelajaran.

e.      Kuota yang tidak memadai baik peserta didik  mau pun guru.

3.     Staf Kepeserta Didikan Sekaligus Guru Penggerak Haldi Rizkiawan Sukarna, S.Pd

  1. Faktor usia Guru senior yang sudah tidak muda lagi sehingga susah dalam menguasai teknologi
  2. Terlalu cepatnya perkembangan teknologi sehingga guru sulit dalam mengimbanginya

 

5.     Rindi Yulita Puspitasari KS, S.Pd 1(Guru matemtaika kelas x)

 

Masih banyak guru yang lemah di bidang IT nya

 

 

Setelah dilakukan analisis terhadap hasil kajian literatur dan hasil wawancara dari berbgai sumber, serta dikonfirmasi melalui observasi /pengamatan  dapat diketahui bahwa guru masih belum menoptimalkan pemanfatan teknologi :

 

1.     Kurangnya kesadaran guru akan pentingnya peran teknologi dalam pembelajaran.

 

2.     Peralatan IPTEK guru yang tidak memadai.

 

3.     Guru beranggapan bahwa memakai buku dan media pembelajaran selain IT juga pembelajaran sudah dapat terlaksana dengan baik.

 

4.     Faktor usia guru.

 

5.     Pembelajaran dengan menggunakan IPTEK membutuhkan waktu yang lebih lama.

 

 

 

 



Comments

Popular posts from this blog

1.1.1.c. Diskusi dan Penguatan - Identifikasi Masalah

assessment for learning